Dari Desa Rulung Helok Kecamatan Natar, Disperpusip Lampung Selatan Sulap Perpustakaan Desa Jadi Penggerak Ekonomi

NATAR • 03 Nov 2026 15:35 • Admin NA
Dari Desa Rulung Helok Kecamatan Natar, Disperpusip Lampung Selatan Sulap Perpustakaan Desa Jadi Penggerak Ekonomi

nataragung.id - Natar - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan mendorong perpustakaan desa tidak berhenti sebagai tempat membaca dan menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi ruang belajar sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan Pelatihan Pengembangan Literasi Berbasis Inklusi Sosial yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan di Balai Desa Rulung Helok, Kecamatan Natar, Selasa (3/11/2026).

Mengusung tema “Melalui Literasi Kita Tingkatkan Kemampuan di Bidang Digital Marketing dan Branding”, kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat, khususnya dalam memanfaatkan pengetahuan dan teknologi digital guna mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan.

Kegiatan diikuti sekitar 100 peserta. Sebanyak 52 peserta merupakan utusan dari 13 desa di Kecamatan Natar, dengan masing-masing desa mengirimkan empat orang yang terdiri atas unsur aparat desa, pengelola perpustakaan desa, pengurus Karang Taruna, dan pelaku UMKM. Selain itu, kegiatan juga dihadiri jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, narasumber, serta tamu undangan lainnya.


Mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan Feri Bastian, S.E., M.Ling., Kepala Bidang Pengembangan, Pengolahan dan Pelestarian Bahan Pustaka Gita Margaretha, S.Pt., M.Si., menyampaikan bahwa pengembangan literasi berbasis inklusi sosial merupakan bagian dari upaya menjadikan perpustakaan lebih dekat dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Menurutnya, perpustakaan memiliki posisi strategis sebagai sarana pembelajaran sepanjang hayat. Karena itu, keberadaan perpustakaan desa perlu diarahkan agar mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Perpustakaan desa semestinya hadir sebagai pusat belajar masyarakat yang menyediakan informasi dan fasilitas belajar, serta berperan penting untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat desa,” demikian sambutan Kepala Dinas yang dibacakan dalam kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, penguatan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga bagaimana pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat diubah menjadi keterampilan, membuka peluang usaha, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan.

Karena itu, melalui pelatihan tersebut para peserta diharapkan mampu memahami pemanfaatan digital marketing dan branding untuk mengembangkan potensi usaha yang ada di lingkungan masing-masing.

“Diharapkan para peserta dapat mengubah pengetahuan menjadi keterampilan, membuka peluang usaha serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Sementara itu, mewakili Camat Natar Eko Irawan, S.STP., M.M., Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Natar Dwi Galih Genta, S.E., berharap seluruh perpustakaan desa di Kecamatan Natar dapat berkembang dan mengambil peran lebih aktif dalam pemberdayaan masyarakat.

Ia menyebut Kecamatan Natar memiliki 26 desa yang membutuhkan penguatan berbagai sektor, termasuk perpustakaan dan UMKM.

“Harapan kami, seluruh perpustakaan di 26 desa yang ada di Kecamatan Natar ini dapat berkembang dengan baik. Demikian pula dengan sektor UMKM, agar semakin terdorong dan berdaya melalui kegiatan sosialisasi serta pelatihan seperti ini,” ujarnya.

Dalam sesi materi, narasumber Pujo, S.Pd., menekankan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat dalam melihat potensi ekonomi yang tersedia di desa. Menurutnya, potensi lokal akan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi apabila masyarakat mampu melakukan inovasi, pengolahan, serta membangun branding yang tepat.

Ia mencontohkan tanaman kelor yang banyak ditemukan di lingkungan masyarakat. Jika hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, nilai ekonominya relatif terbatas. Namun, melalui proses pengolahan dan pengemasan yang baik, kelor dapat dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai tambah, salah satunya teh celup daun kelor.

“Penggiat literasi hari ini adalah apa yang diharapkan oleh bangsa, yaitu bagaimana mampu menciptakan kemandirian dan ketahanan pangan desa. Mengubah pola pikir atau mindset lama menuju pola baru memang membutuhkan proses dan tantangan, namun inilah kunci untuk memajukan kesejahteraan masyarakat,” kata Pujo.

Ia juga menegaskan bahwa perpustakaan desa perlu bertransformasi menjadi community learning center atau pusat belajar masyarakat yang hidup. Dengan demikian, perpustakaan tidak hanya menyediakan bahan bacaan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat memperoleh pengetahuan, berlatih, berdiskusi, dan mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan ekonomi.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat perpustakaan hingga menyentuh kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Literasi, dalam konteks ini, ditempatkan bukan sekadar sebagai kemampuan memahami bacaan, melainkan sebagai modal pengetahuan yang dapat digunakan untuk membaca peluang, mengembangkan potensi lokal, dan membangun kemandirian.

Melalui penguatan literasi digital, pemasaran, dan branding, masyarakat desa diharapkan semakin mampu membawa produk lokal keluar dari pasar yang terbatas menuju jangkauan pasar yang lebih luas.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Selatan melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Bidang Pengembangan, Pengolahan dan Pelestarian Bahan Pustaka Gita Margaretha, S.Pt., M.Si.

Pemerintah daerah berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sehingga perpustakaan desa benar-benar hadir sebagai ruang publik yang produktif—tempat masyarakat tidak hanya membaca, tetapi juga belajar, berlatih, menciptakan nilai, dan membangun masa depan ekonominya. (edi's)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan komentar!

Tinggalkan Komentar

8 + 3 = ?
Berita Terkait